WordPress.com Counter Instructions

These are the instructions for adding a Site Meter web counter and tracker to your WordPress blog hosted at WordPress.com.

If your blog is hosted on your own server and not at WordPress.com, there are different instructions you’ll need to follow.

  1. Login to your account on WordPress.com
  2. Select “My Dashboard”.
  3. Select “Blogroll”.
  4. Select “Add Link”.
  5. Copy this text to the clipboard.
    (Select the text and press the CTRL key and the letter C at the same time.)
  6. Paste it into the Address field for the link.
    (Click in the field and then press the CTRL key and the letter V at the same time.)
  7. Enter “Site Meter” for the Name.
  8. Copy this text to the clipboard.
    (Select the text and press the CTRL key and the letter C at the same time.)
  9. Paste it into the Image Address field for the link. It is located in the “Advanced” section.
    (Click in the field and then press the CTRL key and the letter V at the same time.)
  10. Select a Category for the link.
  11. Select the “Add Link” button.
  12. Select “View Site”.
    Site Meter should be visible on your blog’s pages within a few minutes. If it didn’t show up, make sure the category you selected has the “Show Images” option checked.

Unfortunately, WordPress.com does not allow you to add the javascript version of Site Meter to your pages. That means you won’t be able to track the original URL from which your visitors came before linking to your site. Other things that Site Meter won’t be able to track about your visitors include timezones, keywords, search engines used, screen resolution, screen depth or javascript version.

Seleksi KPU Dipertanyakan

Dinilai Kurang Transparan

Jakarta, Kompas – Polemik soal terpilihnya 45 calon anggota Komisi Pemilihan Umum atau KPU yang lulus tes tertulis dan rekam jejak masih berlanjut. Sejumlah pihak mempertanyakan cara kerja Tim Seleksi Calon Anggota KPU yang dinilai kurang transparan.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow di Jakarta, Rabu (1/8), menilai, proses seleksi yang telah terjadi sampai saat ini agak melenceng dari amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu yang mengedepankan transparansi. Tim seleksi, lanjut Jeirry, hendaknya menjelaskan kepada masyarakat mengenai proses, metode, dan pertimbangan yang diambil sehingga menghasilkan 45 kandidat.

Continue reading

JPPR: Seleksi anggota KPU melenceng dari UU

oleh: Djony Edward
JAKARTA (Antara): Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat, Jeiry Sumampouw menilai proses seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum dengan menghasilkan 45 orang, sebagian di antaranya tidak jelas latar belakangnya, terkesan agak melenceng dari amanat undang-undang.

Berkaitan dengan pengumuman bakal calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini (Selasa), Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai, proses seleksi yang telah terjadi sampai saat ini terkesan agak melenceng dari amanat Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2007 pasal 13 ayat satu sampai tiga,” ujarnya.

Continue reading

Kurikulum Beridentitas Kerakyatan

Kurikulum memang bukan satu-satunya penentu mutu pendidikan. Ia juga bukan perangkat tunggal penjabaran visi pendidikan. Meskipun demikian, kurikulum menjadi perangkat yang strategis untuk menyemaikan kepentingan dan membentuk konsepsi dan perilaku individu warga,” kata panelis Agus Suwignyo.

Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, pada rentang waktu tahun 1945-1949 dikeluarkan Kurikulum 1947. Tahun 1950-1961, ditetapkan Kurikulum 1952. Kurikulum terakhir pada masa Orde Lama adalah Kurikulum 1964.

Masa Orde Baru lahir empat kurikulum. Kurikulum 1968 ditetapkan dan berlaku sampai tahun 1975. Selanjutnya muncul Kurikulum 1975. Pada tahun 1984 dibuat kurikulum baru dengan nama Kurikulum 1975 yang Disempurnakan dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Pada tahun 1994 dikeluarkan kurikulum baru, yakni Kurikulum 1994. Kurikulum itu menjadi kurikulum terakhir yang dikeluarkan oleh rezim Orde Baru.

Continue reading

Lembaga Pemantau Pemilu Diminta Bekerja Maksimal

Metropolitan / Metro Pagi

Metrotvnews. com, Jakarta: Lembaga pemantau pemilu sebaiknya bekerja secara maksimal dalam mengawasi jalannya pilkada Jakarta. Lembaga pemantau pemilu juga harus bekerja secara obyektif dan tidak memihak pada kandidat mana pun. Himbauan tersebut disampaikan Koordinator Provinsi DKI Jakarta Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Anas Nasrullah di Jakarta, Senin (2/7).

Continue reading

Tuntutan Pengunduran Pilkada Tak Obyektif Lagi

Jakarta, Kompas – Unjuk rasa yang terus berlangsung untuk menuntut pengunduran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada DKI Jakarta, akibat banyaknya warga yang belum terdaftar, dinilai tak obyektif lagi. Meski Komisi Pemilihan Umum Jakarta memperpanjang masa pendaftaran pemilih, jumlah pemilih tambahan tak signifikan. Tetapi, unjuk rasa masih terus terjadi.

Continue reading

Tuladha

Gegaraning wong akrami
Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitané
Luput pisan kena pisan
Lamun gampang luwih gampang
Lamun angèl, angèl kalangkung
Tan kena tinumbas arta

Aja turu soré kaki
Ana Déwa nganglang jagad
Nyangking bokor kencanané
Isine donga tetulak
Sandhang kelawan pangan
Yaiku bagéyanipun
wong welek sabar narima