Seleksi KPU Dipertanyakan

Dinilai Kurang Transparan

Jakarta, Kompas – Polemik soal terpilihnya 45 calon anggota Komisi Pemilihan Umum atau KPU yang lulus tes tertulis dan rekam jejak masih berlanjut. Sejumlah pihak mempertanyakan cara kerja Tim Seleksi Calon Anggota KPU yang dinilai kurang transparan.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow di Jakarta, Rabu (1/8), menilai, proses seleksi yang telah terjadi sampai saat ini agak melenceng dari amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu yang mengedepankan transparansi. Tim seleksi, lanjut Jeirry, hendaknya menjelaskan kepada masyarakat mengenai proses, metode, dan pertimbangan yang diambil sehingga menghasilkan 45 kandidat.

Ketua DPR Agung Laksono, kemarin, juga menyatakan keterkejutannya melihat daftar 45 calon anggota KPU. “Kami sendiri terkejut. Bukannya kami mencap mereka tidak baik, tetapi track record mereka kan tidak bisa dibaca,” kata Agung, Rabu.

Menurut dia, pengumuman tim seleksi yang meloloskan 45 calon itu seolah-olah meninggalkan unsur KPU yang lama. Padahal, tim seleksi seharusnya melakukan pendekatan di berbagai hal, termasuk sosial politik.

“Tim seleksi harus mengklarifikasi hal ini. DPR bisa menerima, tetapi juga bisa menolak 21 nama yang akan diajukan nanti. DPR akan menolak kalau tidak jelas apa dasar sistem seleksi yang sudah dilakukan tim seleksi KPU,” ungkap Agung.Secara terpisah, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, tim seleksi kurang memahami makna dan fungsi KPU pada Pemilu 2009 mendatang sehingga mencari anggota KPU seperti mencari manajer sebuah perusahaan.”Akibatnya, alat ukur layak atau tidaknya ditentukan dengan tes tertulis, psikotes, sedangkan rekam jejak atau pengalaman diabaikan,” kata Ray yang menganggap kemampuan memahami teknis pemilu, pengalaman dalam mengelola dan adaptasi politik nasional, seharusnya menjadi bahan utama dalam menyaring kandidat.

Bertemu Jaksa Agung Dua anggota KPU, Ramlan Surbakti dan Valina Singka, serta mantan anggota KPU Hamid Awaludin, bertemu Jaksa Agung Hendarman Supandji, Rabu. Pertemuan di ruang kerja Jaksa Agung yang berada di Gedung Utama Kejaksaan Agung dilakukan tertutup. Jaksa Agung yang dimintai konfirmasi mengenai pertemuan itu, kepada Kompas mengatakan, tidak ada hal khusus yang dibicarakan. “Hanya silaturahmi,” ujarnya. (DIK/IDR/SIE)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/02/Politikhukum/3734100.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: