Fenomena Pendidikan, Mereka Ramai-ramai ke Homeschooling

Indira Permanasari

Homeschooling alias sekolah-rumah sudah mulai menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat dalam mendidik anak. Sejumlah tokoh, mulai dari dramawan kawakan seperti N Riantiarno sampai anggota DPR, mulai melirik model belajar tersebut untuk anak-anak mereka.

Seniman teater N Riantiarno tadinya sama sekali tidak mengenal apa itu homeschooling atau sekolah-rumah. Sampai kemudian salah satu putranya, Gagah Tridarma Prastya, makin merasa tak cocok dengan tempatnya bersekolah di sebuah SMA negeri di Jakarta.

Continue reading

Advertisements

Tidak Mesti Mahal Kok

Indira Permanasari

Namanya Hasan. Umurnya baru 7 tahun. Ia paling suka pelajaran Matematika. Cita-citanya ingin menjadi astronot dan suatu saat ingin ke Planet Mars. Ada lagi Husen, kembaran Hasan, yang suatu saat ingin menjadi tentara. Di sebelahnya, Vida, yang berusia 8 tahun, bercita-cita menjadi guru.

Lain lagi Bilal, yang ingin menjadi arsitek dan sudah pintar membuat maket. Nah, yang terkecil bernama Safik. Umurnya baru enam tahun dan paling suka menggambar dinosaurus. Mereka berlima putra- putri Ny Yayah Komariah.

Continue reading

Pendidikan Rakyat

Alangkah tragis nasib para pemikir ekonomi Indonesia yang harus mengakui “lebih bodoh” dan kurang paham tentang ekonomi bangsanya ketimbang IMF

(Mubyarto, Kompas, 6 April 2004)

Seorang tokoh pimpinan sebuah parpol yang merosot jumlah pemilihnya dalam PEMILU legislatif 2004 berkomentar simpatik bahwa “kini rakyat tidak lagi bodoh” yaitu terbukti tidak lagi memberi suara pada parpol yang tidak menunjukkan pemihakan pada kepentingan ekonomi rakyat. Meskipun parpol yang kini lebih diminati rakyat belum tentu akan benar-benar lebih berpihak pada ekonomi rakyat, tetapi “rakyat banyak” ini sama sekali tidak ragu-ragu untuk meninggalkan parpol lama yang dianggap telah “mengkhianatinya”.

Continue reading